jump to navigation

1 November 2009

Posted by dr. adjie in Topik Bahasan.
comments closed

blog ini dibuat untuk membantu para orang tua yg membutuhkan informasi mengenai masalah kesehatan pada anak sehari-hari.. mudah-mudahan dapat membantu, walau mungkin banyak keterbatasan dlm penyampaian melalui media ini.. terima kasih.

untuk melihat topik yang ada, silakan klik arsip.

Untuk Dokter Umum 21 Maret 2011

Posted by dr. adjie in Topik Bahasan.
add a comment

Panduan praktis penanganan masalah pediatrik bagi dokter jaga di RS

MASALAH KEJANG

1. Kejang bisa terlihat dgn gejala yg khas (bersifat general) maupun kurang khas (fokal), seperti hanya berupa gerakan pd jari. Namun bila gerakan itu bersifat ritmis & masih terlihat, maka itu harus dianggap msh kejang, sehingga obat anti kejang (diazepam) harus masuk (suppositoria bila blm terpasang infus, intravena bila sdh terpasang, dgn dosis 5mg utk supp pd anak dg BB dibawah 10kg, atau 10 mg utk yg diatas 10kg. Atau 0,3-0,5 mg/kg bila secara iv (mg, bukan ml atau cc). INGAT: berikan secara perlahan2 (utk menghindari apneu) dgn tetesan infus tetap dialirkan (hindari stop tetesan infus kemudian baru dibuka stlh penyuntikan, karena akan terjadi bolus cepat juga dari obatnya). Perhitungan cepat dosis : kira-kira 1/3-1/2 BB anak, contoh bila anak 10kg, maka dosis bisa sekitar 3-5mg. Bila saat penyuntikan sampai dosis tdk mencapai dari yg kita hitung, dan ternyata kejang telah berhenti, tdk perlu dilanjutkan sampai dosis hitungan kita (stop saja) 2. Jgn lupa atasi juga demam tinggi anak pada kasus kejang demam
3. Jgn lupa periksa tekanan darah pd anak kejang yg sdh berumur sekira 7 tahun keatas (bisa mrpk gejala ensefalopati akibat hipertensi pd kasus GNA) 4. Jgn lupa cek GDS

MASALAH PEMBERIAN CAIRAN INFUS

1. Pemilihan jenis cairan
RL: utk kasus muntah, diare dan demam berdarah
KAEN 3A atau D5 1/2S: utk kasus2 demam dgn usia 2 bln keatas KAEN 1B atau D5 1/4S: utk kasus2 demam, dgn usia anak 2 bln kebawah D5% utk kasus2 kejang, yg mungkin memerlukan injeksi dilantin/fenitoin D10% utk bayi2 baru lahir
NaCL pd anak2 yg dirawat hanya utk tranfusi darah saja

2. Pemilihan jenis infus set
Infus set makro: pada anak dgn BB kira2 diatas 6-8 kg
Infus set mikro: pada anak dgn BB dibawah 6-8 kg, dgn tetap melihat kasusnya juga Blood set/Tranfusi set: pd yg membutuhkan tranfusi darah

3. Jumlah tetesan
Secara mudah, utk rumatan biasa & sementara, tetesan makro hampir sama dgn BB anak, misal BB 10kg, tetesan makro 12 tetes/menit. Bila dgn infus set mikro dan utk rumatan sementara (seblm benar2 dihitung) BB dikali 3, bila berat 5kg, tetesan mikronya sekitar 15 tetes/menit.

MASALAH PEMBERIAN ANTIBIOTIKA

Hal ini biasanya memang mengikuti kebiasaan dari dokter spesialis anak yg berada di RS tersebut. Namun dlm hal ini, kita sebaiknya memilih jenis antibiotik secara bijaksana. Contoh, utk anak demam baru sekitar 1-3 hari sebaiknya pilih golongan rendah spt ampisilin. Utk anak demam yg sdh berkisar 3-6 hari, dan dgn riwayat pengobatan sebelumnya, dpt diberikan sefotaksim. Hindari pemakaian antibiotik golongan tinggi utk panas yg baru saja mulai, karena kemungkinan penyebab virus sebenarnya msh lbh tinggi prosentasenya. (hal ini memang perlu dibicarakan lebih dahulu dgn spesialis anak yg menjadi konsulen hari itu)

Dosis ampisilin/sefotaksim 50-100mg/kg/hari dibagi 2 atau 3 kali pemberian. Bila infeksi berat sampai dgn ensefalitis 100-200mg/kg/hari.

Dosis seftriakson infeksi ringan sekitar 50mg/kg/hari dg 1 kali pemberian (berikan dgn infus drip menggunakan D5% 100cc selama 30-60mnt)

Gentamisin 4-5mg/kg/hari dgn 1-2 kali pemberian (neonatus 1 kali/hari)

MASALAH PEMERIKSAAN LABORATORIUM

1. Semua pemeriksaan lab seharusnya dilakukan dgn indikasi yg cukup kuat. Karena disamping kita berhadapan pasien anak yg bs menyebabkan efek traumatis secara psikologis, komplain orang tua pasien juga bisa terjadi bila hal seperti ini tidak sesuai dgn protap standar.

2. Seharusnya pasien demam hari ke-1 s/d ke-3 blm perlu pemeriksaan darah rutin, kecuali ada indikasi khusus.

3. Pemeriksaan widal/typhoid juga kurang disarankan dimintakan pada : – demam tdk lbh dari 1 minggu
– bayi dibawah 1-2 tahun, kecuali ada indikasi tertentu

4. Jangan lupa periksa GDS pada pasien penurunan kesadaran atau yang berisiko hipoglikemia (bayi kecil, sepsis, dll)

5. Mintakan pemeriksaan laboratorium yg memang perlu dan berkemungkinan dpt merubah manajemen terapi thd pasien, pemeriksaan atas indikasi suspek/curiga (karena melihat tanda/gejala, bukan atas indikasi “siapa tahu”)
Memang kita, sebagai profesional, sama2 mafhum, bhw ada sementara orang tua yang minta suatu pemeriksaan tertentu utk keingintahuannya (ini sdh masuk dlm masalah kepuasan customer). BIJAKSANAlah dlm hal ini. Beri penjelasan yang cukup, tapi JANGAN berdebat!

MASALAH KEGAWATAN LAIN

1. Bagi center2 yg tdk memiliki fasilitas inkubator di ruang UGD, bila ada kiriman bayi neonatus dari luar, lakukan assessment secara cepat mengenai napas serta masalah mengapa bayi sampai dibawa ke UGD, tangani kedaruratan napas terlebih dahulu bila ada. Bila ternyata napas cukup baik, cepat segera dibawa ke ruang bayi utk mendapatkan termoregulasi secepat2nya, karena biasanya bayi mengalami hipotermia ketika perjalanan menuju ke tempat kita. Jangan berlama2 di UGD tanpa penghangat yg cukup (gunakan inkubator, karena biasanya tidak cukup dgn lampu penghangat), hanya utk menunggu masalah administrasi atau hal2 lain. PENTING!

2. Kenali dgn betul letak alat2 resusitasi anda. Kembalikan dgn betul alat2 tersebut. Cek selalu apakah alat dpt digunakan atau tidak. Biarpun ada tenaga sangat profesional 10 orang yg standby di UGD, tanpa tersedianya alat yg berfungsi, maka sama dengan USELESS!

Pesan dan saran

Rumah sakit dpt melaksanakan pekerjaan pengelolaan pasien dengan baik bila ada kerjasama dlm TIM yg solid. Tidak ada istilah “one man show”. Sejak rumah sakit resmi dibuka maka mau tidak mau, personil & fasilitas harus sudah siap menerima pasien dlm kondisi gangguan kesehatan yg bagaimanapun, dengan harapan akan dpt membantu pasien semaksimal mungkin. Semoga.

NB: sengaja saya buat tulisan ini dlm blog saya, diperuntukkan terutama buat partner saya, siapa saja dokter umum yg berada dlm satu di RS dgn saya utk dpt mengakses ini (jd memang blm tentu dpt dipakai utk semua dokter umum di lain RS). Tak tertutup bila ada koreksi dari semua rekan sejawat yg kebetulan membaca tulisan ini. Saya akan sangat berterima kasih.. :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.